Kembang Merta, 20 September 2023 – Pemerintah Desa Kembang Merta melaksanakan kegiatan pelatihan dan pemberdayaan perempuan. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 50 peserta, terdiri dari ibu-ibu anggota PKK dan Dasawisma yang antusias untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam berbagai aspek.
Pelatihan ini dilaksanakan selama kurang lebih 5 jam dan bertujuan untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa. Dengan tema "Perempuan Sejahtera, Desa Maju", acara ini mencakup berbagai materi yang sangat relevan bagi kehidupan sehari-hari peserta. Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Desa Kembang Merta, Ibu Ni Made Erni, menekankan pentingnya peran perempuan dalam mendorong kemajuan masyarakat.
Materi pertama yang disampaikan adalah mengenai struktur organisasi PKK. Fasilitator menjelaskan tentang peran dan fungsi PKK dalam pembangunan masyarakat, serta bagaimana perempuan dapat berkontribusi secara aktif dalam organisasi ini. Peserta diajak untuk memahami tanggung jawab masing-masing dalam mendukung program-program PKK.
Selanjutnya, pelatihan berlanjut dengan pengenalan 10 program pokok PKK yang menjadi landasan kegiatan organisasi. Dari program pangan, pendidikan, hingga kesehatan, setiap peserta diberikan penjelasan mendalam tentang implementasi dan manfaatnya. Hal ini bertujuan agar para peserta dapat menerapkan program-program tersebut di lingkungan mereka.
Salah satu peserta, Ibu Nyoman, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan ini. “Dengan memahami program-program ini, saya bisa lebih aktif dalam menggerakkan kegiatan di lingkungan saya,” katanya. Ia berharap dapat mengajak lebih banyak perempuan untuk terlibat dalam PKK dan kegiatan sosial lainnya.
Selain program pokok PKK, pelatihan ini juga membahas pentingnya pengisian data dasawisma. Peserta dilatih untuk mengumpulkan dan mengelola data keluarga yang berfungsi untuk merencanakan program-program yang lebih tepat sasaran. Kegiatan ini dianggap vital untuk mengetahui kondisi masyarakat dan kebutuhan mereka secara akurat.
Fasilitator menjelaskan, "Data dasawisma sangat penting untuk merumuskan kebijakan yang tepat. Dengan data yang akurat, kita bisa mengidentifikasi masalah dan mencari solusi yang sesuai." Peserta terlihat antusias saat berlatih cara mengisi data tersebut dengan benar.
Salah satu isu krusial yang diangkat dalam pelatihan ini adalah permasalahan stunting di desa. Dalam sesi ini, peserta diberikan pengetahuan mengenai dampak stunting terhadap perkembangan anak dan cara pencegahannya. Fasilitator mengajak peserta untuk menyebarluaskan informasi ini kepada keluarga dan tetangga mereka.
“Pencegahan stunting dimulai dari pola makan yang sehat dan gizi yang cukup. Perempuan memiliki peran penting dalam memastikan anak-anak mendapatkan asupan yang baik,” ujar salah satu narasumber. Peserta diminta untuk berpartisipasi aktif dalam kampanye pencegahan stunting di Desa Kembang Merta.
Melalui sesi diskusi, peserta juga berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi terkait kesehatan anak di lingkungan masing-masing. Ini menjadi momen penting untuk saling mendukung dan menciptakan solusi bersama. “Kami bisa bekerja sama dalam kelompok untuk mengatasi masalah ini,” tambah Ibu Rina, peserta lainnya.
Dengan semangat dan antusiasme yang tinggi, peserta berkomitmen untuk menerapkan ilmu yang telah didapat. Mereka berharap pelatihan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan keluarga di Desa Kembang Merta.
Pelatihan dan pemberdayaan perempuan di Desa Kembang Merta ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dapat mengubah kehidupan masyarakat. Dengan bekal ilmu dan keterampilan, perempuan di desa ini siap berkontribusi lebih dalam membangun desa yang lebih baik.
Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi merupakan hasil kerjasama antara pemerintah desa, organisasi perempuan, dan masyarakat. Diharapkan, upaya ini akan terus berlanjut demi mewujudkan desa yang sejahtera.